26/04/2025
Gila ikhh lagi pengennnn....
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Cerita Brondong Mencari Cinta, Jakarta.
Gila ikhh lagi pengennnn....
🤣🤣🤣🤣🤣
🤣🤣🤣
Akhirnya dinenenin bu Retno yang menggairahkan (Lanjutan)
Senang rasanya bisa pulang ke rumah lagi kataku dalam hati sambil melihat rumah orangtuaku yang sudah lama kutinggalkan. Hampir 4 tahun aku tinggalkan semenjak aku memutuskan untuk tinggal diJakarta sambil ku selesaikan kuliahku. Sebelumnya aku s**a pulang kalau libur semesteran kuliah tapi ga lagi aku lakukan. Aku ingin konsen selesaikan semua baru pulang. Sambil ku parkiran z250 putihku aku benar rindu keadaan rumah dan orangtuaku. Lalu aku masuk kerumah dan sungkem ke orangtua dan bertemu adeku. Kebetulan dirumah lagi ada keluarga dari bibiku pun datang jadi pas rame. Tapi aku bahagia. Aku senang dengan keadaan ini. Setelah lama ngobrol tertawa melepas rindu bersama keluarga aku masuk kamar dan beristirahat. Seminggu sudah berlalu kujalani hari demi har disni. Senang rasanya berkumpul dengan keluarga.
"Mah..yah...kayaknya aku nanti nyoba cari kerja disini aja deh. Ga mau keluar kota lagi. Kehidupan dikota mahal banget kalo disini kayaknya aku bisa nabung..."kataku kepada orangtua saat kami bersantai di pekarangan samping rumah.
"Gimana kamu yogi..kamu sudah besar sekarang harus bisa berfikir menentukan jalan hidupmu sendiri.."kata ayahku.
"Kalo mamah ama ayahmu nanti mau rencana pulang ke jawa bulan depan...agak lama soalnya mau liat tanah ama kebun disana. Mau ngapain lagi kan ayahmu dan pensiun. Ademu bulan depan juga udah ke surabaya lagi. Katanya mau tinggal disana aja sambil fokus selesaikan kuliahnya.."kata mamaku kepadaku.
"Loh koq pada pergi...aku ginana? Disini sendiri? Ama siapa? Andira emang udah betah disana? Katanya teman-teman kostnya judes..ga terlalu akrab.."kataku bertanya ke mamahku lagi.
"Mbohh...mamah ga tau ademu itu mas mau mandiri koq dilarang-larang. Kalo ayah ama mamah gimana andira aja. Malah kalo andira mau pulang bisa langsung ke jogya aja naik kereta ga usah ke jakarta lagi..."kata mamaku membalas.
" Kita pasti kesini lagi kan barang-barang kita disini..rumah kita disini. Hanya sementara ganti suasana ayah kangen kampung mas..kalau kamu mau kesana tinggal nyusul..Kalau ngerasa sendiri disini...lagian kalau kamu nanti kerja pasti pulang malam pagi berangkat..belajar mandiri. Sisihkan gaji untuk bulananmu. Belajar..."kata ayah lagi.
"Lah kalo ayah pergi ama mamah nanti aku belum kerja gimana??..aku mau makan apa??..."kataku bertanya ke ayahku dengan nada kecewa.
"Mah liat tuh anakmu masih manja aja...udah gini aja...nanti ayah transfer tiap bulan untuk bulananmu sampai kamu dapat kerja. Kalau sudah bekerja ayah stop yah..tapi ingat urus rumah ngepel nyapu. Hati-hati kalau meninggalkan rumah mau pergi. Jangan s**a nginap ditempat orang walaupun saudara tanggung kawab rumah ini ayah ama mamahmu titipkan ke kamu...oke mas hehehe mudah toh"kata ayahku sambil tertawa kecil menatapku.
"Siap yah...laksanakan hehehe..makasih mah..makasih ayah" kataku sambil tertawa senang lalu bangkit berdiri mencium tangan ayah dan mamahku. Tanpa terasa sebulan telah berlalu aku terus rajin memasukkan lamaran kerjaku baik di internet atau melalui pos. Kadang menghubungkan teman-teman alumni kampusku dulu. Pagi itu udara cerah. Kedua orangtuaku bersiap-siap untuk pergi keluar kota. Adikku andira pun ikut. Pengen tahu rumah di kampung katanya sambil menunggu menunggu libur semster habis. Aku dengan berat dan sedikit nangis sih melepas kepergian orangtua dan adikku.
"Lah laki-laki lemes cengeng...nanti kamu bisa nyusul kesana...hey ingat pesan ayah jaga rumah dan jaga diri."kata ayahku sambil memelukku.
Mamah udah masak makanan kes**aanmu...nanti sore tinggal angatin kalo kamu mau makan lagi. Beras masih banyak Habis masak. Nanti tinggal beli lauk. Indomie satu dus ada kitchen set. Belajar hemat. Masak nasi nanti tunggal beli lauk. Belajar mandiri kayak dikosanmu dulu sama ajakan. Jangan mau enak terus selama ini apa maumu mamah ama ayah kasih...sekarang belajar mandiri"kata mamahku lagi.
Siap mah siap ayah..."kataku sambil mencium tangan orangtuaku.
"Jangan dimanja yah si mas mah mau enaknya aja...pacaran mulu sih.." kata adikku teriak menggodaku dari dalam mobil.
"Opo..jelek..ga s**a...aku ini ganteng tau harusnya jadi ade bersyukur kakanya ganteng...wee..kataku sambil mengacak rambut adiku dan memeluknya.
"Jaga ayah ama mamah disana yah ra...mas syang ade."kataku lagi lalu memeluk erat adikku.
"Iyo mas..."kataku adikku lagi.
"Kami berangkat mas..ingat yah pesan ayah...oh ini uang buat kamu hari ini siapa tau mau beli bensin motor.." kata ayah lagi sambil memebri aku uang pegangan.
"Bulanan nanti besok mamah transfer besok yah...tadi mamah lupa ke atm..."kata mamahku daru dalam mobil.
"Iya mah...makasih ayah.."kataku ke mamahku sambil menerima uang dari ayahku.
Akhirnya mereka pergi. Aku sendiri. Nasib bujangan hah pikirku. Dah akh..aku mandi terus service motor kataku dalam hati.
Aku lalui hari-hariku dengan enjoy karena semua ternyata mudah kalau bisa dijalanin.
Pad suatu pagi, seperti biasa aku bangun tidur langsung ke dapur mau minum air anget. Lalu duduk depan tv dan menyala tv sambil nonton berita pagi. Tanpa sadar aku lupa mematikan lampu teras kala itu. Hari itu aku bangunnya agak telat karena begadang habis maen game PS kes**aanku. Aku langsung mematikan lampu teras dan taman tengah yang masih menyala. Dan membuka smua hordeng dan jendela sperti biasa. Karena aku sendirian dirumah aku agak merasa bebas. Aku hanya memakai celana boxer mini sepangkal paha tanpa cd dan kaos singlet longgar. Ketika dari balik jendela aku tiba-tiba melihat bu Retno tetanggaku. Anaknya dulu teman kecilku. Aku jadi ingat dia dulu pernah aku entot dirumahnya karena karena aku waktu itu ga kuat melihat tubuh seksinya sehabis pulang dari gym bersama ibu-ibu lingkungan sini. Kejadian 2 tahun lalu membuatku terbayang akan goyangan pantatnya dan buah dadanya yang gede yang aku kenyot dengn liarnya.
"Bu...masih ingat aku ga ..kataku berteriak memanggil bu Retno yang tengah berjalan sendiri. Bu retno seperti membawa belanjaan kayaknya habis dari indomart depan deh pikirku. Wih bodinya tambah s*xi walau tambah gemuk kayaknya usianya 52 atau 53-an sekarang aku lupa. Wih nenennnya gede ikhh...pantatnya ehmm. Gila aku jadi nafsu. Kontolku pun bangun tegak. Tapi aku lupa kalau aku ga pake cd jadi kontolku terlihat tegang mengacung jelas dibalik celana minj boxer ku.
"Iyalah sayang...kemana aja baru ibu liat..lagi..tambah ganteng aja.." kata bu retno membalas dengan tersenyum ke arahku.
"Sehat bu. Mampir bu,..dirumh juga tidak d siapa-siapa...kan semua dah pada pulang kampung.."yogi sendirian disinj jaga rumah. Aku baru beres kuliah makanya sekarang pulang kesini lagi.."kataku sambil berjalan keluar dan membuka pagar rumahku. Tanpa sadari ternyata bu Retno melihat celana boxerku yang mini dan melihat kontolku mengacung tegak keras dibalik boxerku berayun saat aku berjalan.
"Ikhh gila yogi yah..ga berubah...itu liat celanamu masa depan ibu gitu...kontolmu lagi tegang tuh .heehe..nakal kontolmu yah..ibu isep muncrat nanti...hehehe.."kata bu retno menghampir aku dan masuk ke halaman rumahku.
"Oohh maa..aaff bu..ga mak..sud gitu...aku lu..paaaa..aku ga pake cd maklum baru bangun tidurrr...hehe"kataku sambil membuka pintu dan mempersilahkan bu retno masuk dalam rumah.
"Sepi gini apa kamu berani...ehmm kapan orangtuamu perginya lalu andira mana gi."kata bu Retno bertanya kepadaku sambil memperhatikan sekeliling runahku.
"Dah lama bu..dua minggu kemrin..yah ginilah beranil d**g kan rumah aku jugakan. Rumah ortu yah rumah anak masa takut..ehm" kataku lagi. Bu Retno lalu duduk diruang tengah.
"Inj ada kue ..tadi ibu beli buat kamu sayang...ibu minta gelas d**g hausss...kamu belum buat kopi yah" kata bu Retno aegera bangkit menuju dapur.
"Ohh itu ditenpat gelas. Sekalian buatkan yogi kopi bu yah..tolong aku mau matiin lampu belakang dulu.."kataku lagi sambil aku berjalan keruang belakang tempat jemuran dimana lampu masih menyala.
Setelah senua beres aku langsung kembali keruang tengah dan mengambil rokokku. Dan membuka pintu akses ruang pekarangan tengah karena aku merokok.
"Makasih bu...maaf aku baru bangun jadi semua telat aku matikan...makasih kopinya bu..kataku sambil meminum kopi dan membakar rokokku.
"Ikhhh gila itu kontolmu keras gitu ngayun gitu pake boxer tipis lagi...nanti ibj gigit loh" kata bu Retnk sambil tertawa melihat aku.
"Iya deh aaku ganti..maaf bu..ngomong ibu tambah montok nenennya gede ikhh..jadi hauss mau di nenenin ibu lagi udah lamaa.."kataku sambil berrjalan menuju kamarku mau ganti celana dan bercanda ke bu Retno yang tertawa melihat jalanku.
"Ga usah ganti..ini kontolmu aja yang nakal . Duduk sini sayang.."kata bu retno membalas kataku sambil bangkit menghadang tapi langsung memegang kontolku yang masih tertutup boxerku.
"Iya deh...kontolku ditawan ibu deh..hehehe"kataku lagi sambil tertawa dan berjalan kembali mengikuti keruang tengah dan gilanya bu Retno berjalan didepanku tapi tangannya memegang kintolku yang keras dan akupun mengikuti dibelakang.
"Duduk sini sayang. Buka aja celanamu..
kasihan kontolmu...ibu juga kangen kontolmu..."kata bu retno sambil duduk berusaha membuka boxerku.
"Ini bu ga berubah...kontol yang pernah masuk ke memek ibu..muahh"kataku sambil mencium bibir bu retno ku tunjukan kontolku yang telah tegang mengeras dihadapannya.
"Akhhg sayang kontolmu ..muaahh... srrpppt..sruuptt.."kata bu retno langsung memegang kontolku lalu mengocoknya dan mulai menyepong kontolku.
"Nanti kita ngobrol dulu syaang sambil habiskan rokokmu. Tuh kopimu dingin makan rotinya dah dibeli..."kata bu retno menghentikan isepan mulutnya dikontolku.
Aku menurutinya tapi aku diauruh duduk dengan bu retno ga boleh jauh dan selama kami ngobrol bu retno memegang kontolku kadang mengocoknya.
"Ga ada yang berubah sayang..aku kangen ibu."kataku lagi.
"Hah boong...selama kuliah berpa kali kamu pacaran...berapa kali kamu minta dinenenin pacar-pacarmu"..laki-laki sama semua s**a boong" katanya sambil nadanya berubah.
"Demi ibu...aku ga pacaran..aku kuliah..suerr..kalau hasratku naik yah inget ibu. Tuh ada foto ibu didompetku foto dulu yah lucek kena air pejuku kalo aku ngocok. Makanya aku laminating saking aku kangen...mau nenen tapi ibu ga ada..ehmm "kataku sambil berusaha menangkan ibu Retno.
"Benaran itu yogi ..kamu ga boong...gila kamu foto ibu sampai lucek kena peju kamuu...nafsu itu ke ibu ga bisa ketahan yah...muahh" kata bu retno tersenyum lalu menciumku.
Lalu kami berciuman dengan dasyatnya. Lalu kami hentikan sejenak
"Ibu gerah ikhhh...ibu mau buka daster ibu aja akhh.." kata bu retno sambil bangkit membuka dasternya. Terlihat beha yang membungkus kedua susunya nampak kecil menutup menennya yang gede dan cd creamnya.
"Mmaauua nennennn buu...mauu.."kataku sambil memeluk bu retno dan mengarahkan mulutku ke nenennya.
" Nanti sayang minum kopi makan roti dn habisin rokok dulu..nenennya ga kemana-mana punya kamu ..ga sabaran aamat..nanti nenenn cape bobo kapan sarapannya" kata bu retno lagi sambil meremas mulutku menjauhi dari nenennya.
"Iya deeh...janji bobo siang sambil nenenn bu.."kataku lagi.
"Iya...lagian ibu dah sendirin sekarang ..ibu dah cerai dengan bapanya anak-anak...dia menikah lagi dengan staff kantornya. Ibu ga mau dimadu enak aja.."kata bu Retno agak kesal nadanya sambil menceritakan pengalaman hidupnya selama aku kuliah keluar kota.
"Ibu intinya waktu itu hanya ingat kamu gi..tapi ibu rasa ga mungkin...ibu kangen sbemarnya ama kamu. Menunggu kamu pulang. Tapi gitulah. Ibu pernah ngobrol dengan mamahmu tentang kamu dan ga sengaja meberitahu alamatmu di Bandung tapi kan ibu ga punya no telpmu..makanya ibu pendam aja hasrat ibu. Ehhmm...sekarang kamu hadir lagi disini. Ibu ga tau lagi senangnya kayak apa...muahh"
kata bu retno sambil tersenyum dan mencium keningku. Sepanjang kita ngobrol tangan bu Retno tetap memegang kontolku yang makin keras tegang. Gila bu Retno tenyata diam-diam dia menunggu aku juga apa dia mencintaiku juga pikirku. Biarlah mengalir seperti apa adanya.
"Bram dan Andira sudah diluar kota. Bram sudah menikah setahun lalu dan tinggal di Semarang sendangkan Ina baru menikah 5 bulan yang lalu dan tinggal di depok. Ina tiap dua minggu mengunjungi ibu dan s**a menginap.
Baru kemarin mereka pulang. Ina juga bilang lihat kamu mau pergi keluar. Lalu cerita ama ibu kalo lihat mas yogi ada dan udah pulang tapi ibu hanya senyum saja. "lanjut bu Retnk bercerita sambil tersenyum. Aku hanya bisa diem memperhatikan ceritanya sambil melihat nenennya bu Retno yang gede menantang.
"Sarapan sayang makan rotinya jangan liat nenenenn melulu..
kangen yah...kangen isep susu ibu yah..buka akhh" kata bu retno tersenyum nakal sambil membuka behanya setengah.
"Nenenennnnb bu...nenennn"kataku lagi.
"Sarapan dulu...habisin kopimya ama rokoknya baru isep nenenenn sambil bobo.."katanya lagi.Aku hanya bisa menurut saja. Karena bu Retno sengaja mengenakan kembali behanya yang tadinya mau di lepasnya. Aku langsung memakan roti dan menghabiskan kopi yang sudah disiapkan bu Retno. Lalu bu Retno bangkit dari duduknya dan mengangkat piring kopi yang telah habis ke dapur. Dengan hanya mengenakan beha cream dna cd dia berjalan ke dapur. Aku memperhatikannya. Gila aku ga kuat. Aku harus ewein bu Retno kontolku makin keras gini pusing kepalaku menahan nafsuku yang ingin segera mengisep puting nenennnya yang kenyal dan gede itu. Aku langsung membuang puntung rokokku. Lalu bergegas memeluk bu Retno yang lagi didapur. Aku melihatnya lagi mencuci piring dan gelas kopiku. Aku langsung memeluknya dari belakang. Kontolku yang keras itu menubruk pantat dan paha bu retno yang mulus. Dan gede itu.
"Sabar ini minum air putih dulu..ga sabaran amat yahh kami sayang" katanya sambil memberi aku segelas air putih. Aku langsung meminumnya. Yah kalau sudah hasrat emang susah dibendung aku langsung membuka beha bu Retno dan mengenyot puting nenen nya yang ternyata telah mengeras dan membesar kecoklatan. Bu Retno kaget dan hanya tersenyum dan sedikit mengigit bibirnya merasakan apa yang aku lakukan.
"Ayo ke kamar nenennnya...ga sabaran amat sihhh ini bayi gede ibuuu..akhhhh...terruuss sayang isep susuuu ibu.."katanya sambil memeluk kepalaku berjalan pelan kearah kamarku sambil menahan kenikmatan yang terasa. Sesampai di kamarku Bu retno lalu tertidur terlentang lalu menarik tanganku dan mengarahkan puting nenennya lagu ke mulutku. Aku langsung mengisep kuat dan mengenyot kuat kedua puting nenennya yang selama ini aku mau. Jujur aku pendam hasratku untuk ngentotin bu Retno lama banget setelah kejadian dulu.
"Gila ikhhh isep susu ibu aja sayang jangan digigit...akarrgghh sayang...ibu kangen kamuu...isep nenenn ibu..nenennya buat yogi...akhh.."bu retno nafasnya semakin berat hanya bisa mengigit bibirnya menahan perlakuan ku yang mengisep mengenyot puting susunya ga ada henti. Lalu bu Retno memegang kontolku yang keras dan menuntun kepal kontolku masuk ke dalam memeknya.
"Aaakhhh kontolmu sayang...aayyo masukin memek ibuu...terusss ke dalammm..arrggghhh akkghh...yooo...ggii mentok sayaang...gila kontolmu gede banget...akkhh" jerit bu Retno sambil memeluk kepalaku dan kakinya kanannya memiting pantatku agar kontolku tetao berada di dalam memeknya setelah masuk kedalam memeknya penuh. Aku terus dorong sampau mentok dan aki mulai merasakan kuatnya remasan memeknya mencengkram batang kontolku didalam dinding memeknya dan kepalaku seperti di emut disedot mulut rahim bu Retno. Aku diamkan sejenak dan aku semakin kuat mengenyot puting neneen bu retno keduanya dengan liar. Aku terus semakin menekan kedalam kontolku sambil memompa ke dalam pelan.
"Eweein ibu sayaagg akhh kontolmu syaanggg gere..dheee..akkhh kontolmuuu..akkkhh l.."bu Retno semakin kelonjotan kepalanya tidak bisa diam terhempas ke kiti dan ke kanan tidak beraturan lagi. Tubuhnya semakin terangkat dan bergetar hebatt....cretttt.. creettt..crettt...creett...
"Ibu keluaarr sayang ...uddaaa..ahh dulu...aakkhhh..akhhh kontolmuuuu ampunnn...ibu keluarrrr."jerit bu Retno sambil badannya bergetar kuat dalam pelukanku. Kakinya kanannya terlepas dari pantatku. Tapi aku insiatif semakin mendorong kontolku lebih dalam lag dalam memek bu Retno sehingga bu Retno semakin bergetar hebat dan cairan yang menyemprot dari dalam memeknya semakin deras keluar membanjiri kontolku yang masih keras masuk kedalam memeknya.
"Aakhh gila kontolmu makin kedalam menttookkk...bnatr dulu...ibu keluarrr banyak akhh...kontolmuu sayanggg" jerit bu Retno lagi sambil bergetar. Aku langsung diem tidak lagi menggenjot memeknya bu Retno karena bu Retno sudah lemas. Tubuhnya bergetar hebat. Aku juga kaget awalnya kuat banget tubuh bu Retno tapi aku semakin kuat memeluk punggungnya agar puting puting nenennya tidak terlepas dan isepan mulutku. Bu Retno sepertinya sudah agak tenang lalu kembali memeluk kepalaku dan mencium keningku dana memperhatikan mulutku yang asik mengenyot puting nenennya ga berhenti.
"Ini mulutnya kuat amat isep susu ibu....cubit deh...akhhhh...gila sayang ibu keluar banyak..."kata bu Retno sambil mencium lagi keningku. Dan mulai tersadar lagi ternyata kontolku masih keras dan masih di dalam memeknya.
"Gila ikhhh kontolmu masih keras sayang...kuat banget sayang makasih yah muaahh...ayooo..genjot lagi sayang ngentotin ibu sepuasmuu"kata bu retno lagu sambil menggoyang pantatnya.
"Gila kamuu sayanggg..."kata bu Retno lagi dengan nafas mulai tak beraturan lagi.
"Akuuu mau entotiin meme kamu bu...akhhh" kataku sambil mempercepat pompaan kontolku didalam memeknya. Sambi intens aku kenyot dan isep puting nenen bu Retno semakin kuat. Semakin lama..cretttt.. crettt....cretttt....creettt.. menyemburlah kembali cairan bening dan hangat dari dalam memek bu Retno membasahi kontolku yang keras di dalam memeknya. Aku merasa kontolku semakin mudah keluar masuk memeknya dengan lebih dalam daan kuat.
"Saayaangg cukku..pp ibu cape...sudah duluu...ibu keluar lagi banyak...akhh..akhh..."kata bu Retno sambil merasakan memeknya berdenyut mengeluarkan cairan bening memeknya. Badannya bergetar walau tak sehebat getaran pertama kali bu Retno mendapatkan orgasme pertamanya. Aku mencoba tak lagi mengabaikan pintanya karena nafsu semakin tak terbendung. Aku percepat genjotan di memeknya. Kontolku terasa makin keras dan berdenyut. Kerasnya beda. Seperti hendak mengeluarkan sesuatu. Aku percepat... Bu Retno kaget karrna aku ga memperdulikan kemauannya agar istirahat sebentar. Malah aku makin liar buas menggenjot memeknya.
"Kontolku masihh kerasss...mau memekmu buuu...arrkkhh.."kataku dengan bernada makin memburu menggenjot memeknya. Mengenyot outing susunya...dengan kuat. Bu Retno hanya diem pasrah dan mengikuti ritme ku. Tanganku kuat memeluk kepalaku semakin kuat dan kini kedua kaki Bu Retno sperti memiting pantatku mengunci pantatku yang bergerak makin cepat memompa memeknya. Sesekali ibu Retno menjerit menyebut kontolku...berkali-berkali setiap aku menghempaskan tubuhnya. Genjotan kontolku semakin gila aku sengaja. Aku pun tidak kuat lagi aku merasakan pejuku akan keluar. Kontolku mengeras kuat berdenyut. 25 menit sepertinya aku terus menggenjot nya ga peduli keringat membanjiri tubuhku. Yang aku tau aku harus tuntaskan smua. Tumpahkan semua hasratku. Aku harus ewein bu Retno sepuasku. Itu aja yang ada di benakku. Crorrttt..crrott..crrorttt...crettt...creet.
"Buuuuuu keluar....pejukuu buatmmnuuu..akhh aku entotinnn ibuuuu akkahhh...merghhhh ..akkhhh buu..
nenennnnn."jeritku dengan kata tak lagi beraturan seronok dan kembali mengnyott puting nenennya semakin liar sambi merasakan semburan pejuku yang berkali-kali keluar di dalam memeknya.
"Saayangg kontolmuuuuu aakhhh ibuuu keluarrr arrghhhhhhh..arrgghhhhhhh yogiiiii kontolmuuuuu"jerit bu Retno bergetar hebat kuat tangannya memeluk erat kepalaku di dadanya sesekali menjambak rambutku tubuhnya semakin terangkat kuat aku ga kuat memeluknya dan terlepas. Puting neneenn bu Retno terlepas dari kenyotan mulutku. Badannya ambruk sejadinya. Sedangkan badanku ambruk ke arah berlawanan sedangkan kontolku masih tetap didalam memek bu Retno tanpa terlepas. Kaki bu retno lemas tertunda pantatku yang tadinya kedua bu retno mengunci pantatku kini lemess ga berdaya. Kami hanya terdiam menarik nafas dan beristirahat sejenak. Lalu bu retno terbangun dan memeluk tubuhku. Dan mencium keningku aku hanya tersenyum.
"Makasih bu..ibu luar biasa..aku sayang kamu bu.."kataku pelan. Bu Retno tersenyum bahagia lalu menciumku. Lalu mencubit bibirku lalu memberikan puting nenennnya di mulutku
"Hayuuu isep susu ibu..nenen lagi syang...sambil bobo...ibj cape huuftt...kata bu retno menyeka keringat diwajahnya dan merapihkan rambutnya menggunakan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya memeluk erat kepalaku karena aku lagi mengeyot puting nenennya. Lalu menyeka keringat di wajahku sambil melihat aku lama mengeyot nenennya
"Ibu kayak punya bayi lagi sekarang...muaahh kuat isep puting susu ibu...muahh...nenenn..
bobo ibu capee gila kontolmu ibu keluar banyak..akhh..."katanya sambil mencium aku berulang-ulang memperhatikan mulut mengenyot puting nenennya. Lalu bu Retno menarik bantal dan mengganjal kepalaku tanpa mengganggu aku yang terus mengeyot puting susunya. Aku terbangun ketika bu Retno menarik putting nenennya karena merasa aku sudah tidur dan tidak mungkin mengenyot nenennya. Tapi melihat aku terbangun aku mengeyot kembali putingnya dan aku tertidur sekarang menempel diantara nenennya yang gede akhirnya bu Reto hanya tersenyum.
"Iya nenenn ...isep susu ibu...bobo sayang... muahhh" kata bu Retno kembali memeluk kepalaku di dadanya Akhirnya kami pun tertidur pulas lagi. Hingga jam 3 sore. Memang kami kecapean sepertinya.
"Sayang bangun...hayu ikhhh bangun udah dulu nenennnnya....bangun dah sore..."kata bu Retno berusaha membangunkan aku. Dia lalu berusaha bangun dan menjauhkan puting nenennya dafi mulut.
"Ga mauuu ngantukk akhhh...bu nenenenn..."kataku sambil tetap memeluk punggung bu Retno kuat dan ga mau melepaskan puting nenennya dari mulutku.
"Bu...kontolku keras lagi...mau entotin ibuu... mau nenennn..."kataku lagj sambil memegang tangan bu Retno ke kontolku. Otomatis bu Retno kaget dan hanya diem sambil tersenyum.
"Ampun tegang lagi sayang....ampunn ikhhh ga ada capenya yah.. ikhhh gemes deh ibu liat kontolmu....akhhh keras gini...ehmmm" kata bu Retno kagum sekaligus kaget ternyata kontolku mengeras lagi tegang. Uratnya terlihat dan bu Retno hanya tersenyum dan menuntun kembali kontolku kedalam memeknya terlihatnya basah melihat kontolku kembali keras dalam genggamannya bless..
Akhirnya kontolku masuk lagi di dalam memeknya...dan bu Retno sempat kaget dan mengigit bibirnya melihat kontolku masuk semakin dalam kedalam memeknya yang mulai beraksi melumat kerasnya kontolku.
"Gila sayang benar-benar deh kamu sayang kuat banget...ngeri ikhh akh..ahh erghh pelan-pel..annn gedee banget...nafsu kamu mau eweiin ibuu ngeri..akhh..aakhh...sayangg kontolmu ahkhhh" kata bu Retno menjerit lagi dan nafasnya ga beraturan lagi. Aku terus memasukkan kontolku sampai mentok. Bu Retno hanya menjerit.
"Muaahh...muaahh...sayang sambil neneenn genjot lagi kontolmu sayang hayuuu ibu mau kamuu eweein.. hayuu..
akhh"kata bu Retno kata bu Retno sambil menciumku keningku pipiku dan memegang erat kepalaku di dadanya kedua kaki Bu Retno kembali mengapit pantatku menjepit kuat mengikuti ritme pantatku memompa kontolku di memeknya. Pelan-pelan aku mulai memompa dan semakin cepat ku genjot kontolku di memeknya. Sebaliknya bu Retno melakukan goyangan kuat dikontolku saat mau semakin cepat menggenjotnya. Aku pun terus memompanya semakin cepat dan bu Retno pun semakin kuat menggoyang pantatnya. Hampir 15 menit kami melakukannya. Crettt..mcreettt...crett..
"Udahahhh ibu keluarr cukuppp...diem dulu saayang...akhhh...ohhhh aarggghh' kata bu Retno dengan nada agak lirih dan tubuhnya bergetar kuattt. Bu Retno semakin bergerak tanpa aturan cairan kental menyemprot kuat dan banyak membanjiri memeknya juga kontolku. Bu Retno lalu melihat aku lagi dan memperhatikan aku yang tenang mengenyot outing susunya. Lalu menyeka wajahku dari keringat dan wajahnya.
"Gila kamu sayang kuat banget nenennya tenang banget isep susu ibu...ibu dah cape dahh keluar banyak...gila kamu sayang ewein ibu ga kira-kira..ibu bisa sakit pinggang nihh .. akhh gila kamu..
pelan-pelan...genjotnya" kata bu Retno lagi. Aku pun tersenyum sambil terus mengemut puting nenennya dan bu Retno mencubit bibirku yang masih asik mengenyot putingnya
"Ga bosen isep nenen terus nanti gembul lohh.. sayang ..muaahh bayi gede ibu..."kata bu retno sambil mencubit mulutku yang lagi mengenyot puting nenennya ga ada berhenti. Tanpa aba-aba aku menggenjot kembali memeknya pelan-pelan dan mulai mempercepat sambil tetap mengenyot puting nenennya tapi agak lebih kuat. Bu Retno pun terdiam dan mulutnya sempat menganga dan menjerit kontolku makin masuk bibir rahimnya semakin cepat. Kontolku semakin cepat bereaksi. Dalam remasan dinding memekmya yang mencengkram kontolku semakin dalam dan mentok. Bu Retno pun hanya pasrah dan memegang kuat kepalaku dan semakin kiat mengunci pergerakan pantatku. Aku semakin liar karena kontolku mulai mengeras lebih tegang lagi dan berdenyut kuat. Aku benar-benar merasakannya. Aku semakin kuat.
mcreettt....creettt...crett.
"Sayang ibu keluarrrr... akhhhh...udah sakitt gede banget kontolmu...
Aakghh...."tubuh bu Retno bergetar lagi dan keluarlah cairan orgasmenya untuk kesekian kalinya.
"Sayangg istirahat diem dulu ibu capeee...kontolmu gede banget...akhhh...errggh.. keluarrrr akhh..."kata bu Retno menjerit hebat memeknya mengeluarkan lagi cairan beningnya. Aku ga peduli kali ini aku harus sampai dalam hatiku. Aku malah tidak berhenti malah semakin cepat menggejot memeknya walaupun masih mengeluarkan cairan menyembur terasa dikontolku yang kian mengeras dan berdenyut kuat. Bu Retno pasrah memeknya mau diapakan. Bu Retno hanya bergetar dan tubuhnya bergerak makin liar tak beraturan menaham genjotan kontolku. Sesekali menjambak rambutku dan memeluk kuat kepala membuat sempat ga kuat bernafas karena diantara nenennya yang gede terjepit karena kuatnya pelukannya menahan genjotan kontolku yang semakin cepat. Mulutku sambil kesulitan mengenyot puting nenennya. Akhirnya.....crottt...crott kontolku mengeluarkan cairan peju kental di dalam memek Bu Retno kayaknya banyak entah berapa kali. Dan bu Retno pun sama dia pun semakin menjerit dan meringis kesakitan sambil memeknya mengeluarkan cairan bening banyak. Denyutannya banyak membanjiri kontolku yang juga mengeluarkan cairan peju kental. Kami benar-banar ambruk kontolku terlepas dari memek Bu Retno dan mulutku tidak lagi mengenyot puting nenen bu Retno karena kami benar-benar ambruk terlentang. Gila pengalaman luar biasa berkali-kali keluar dalam sehari karena ngentotin bu Retno. Aku hanya melihat bu Retno lalu tersenyum. Bu Retno pun sama. Lalu kami berciuman. Dan saling berpelukan. Lalu kami memutuskan mandi bersih-bersih. Tetapi saat kami mandi pun kami melakukan lagi. Awalnya bu Retno menyambuni badanku dan melihat kontolku kembali mengeras. Akhirnya terjadi lagi. Aku entotin Bu Retno sampai 2 x dan bu Retno pun lemes terduduk dilantai kamar mandi. Lalu kontolku pun sepongnya hingga lemes badanku. Akhh gila sekali permainan aku dan bu Retno. Setelah beres smua aku pun mengantarkan bu Retno yang tertatih jalannya. Bu Retno pun sampai rumah dan aku kembali kerumahku. Gila sampai malam kami terus bercinta. Aku hanya bisa tersenyum. Sambil aku ngegas motorku membeli lauk untuk makan malam. Suasana komplek rumahku lumayan sepi kalo malam. Aku lanjut maen game setelah aku makan. Sambil membuat kopi cappucino kes**aanku aki nikmati game PS kes**aanku. Menjelang jam 11 malam aku kaget kenapa ada yang mengetuk pintu yah. Tok...tok..tokk...aki pun bergegas ke pintu depan melihat siapa yang mengetuk dan bertamu malam-malam begini. Ternyata bu Retno. Aku pun membuka pintu. Langsung mempersilahkan masuk
"Bu ada apa malam-malam?? Ibu kenapa?..ini apa? Kataku sambil melihat bu Retno dan membawa kantong besar.
"Sayang ini nasi ama lauk buat makan malammu...ibu kepikiran kamu dah makan apa belum???Ibu bawa susu murni buat kamu sebelum tidur. Ama telur ayam kampung..buat kamu minum sebelum tidur.."kata bu Retno sambi berjalan ke arah ruang tengah dan duduk lalu membuka bawan tas yang dia bawa.
"Bu....aki baru aja selesai makan. Ini lagu ngopi sambil maen game. Ga usah repot-repot bu. Aku tadi beli lauk banyak warteg depan. Kalo nasi aku masak kan ada magic jar..tapi makasih bu.."kataku sambil mencium kening Bu Retno.
"Ya udah ibu simpan aja di kulkas sayur ama lauk ini biar besok tinggal diingatkan buat sarapan. Sekarang minum susu sayang...jangan kopi dan jangan begadang maen PS. Hayuu.."kata bu Retno langsung bangun merapihkan makanannya lalu membawanya ke dapur dan ditaruhnya ke dlam piring dan dimasukkan ke dlam lemari makanan sedangkan susu murni satu kotak dimasukkan ke kulkas. Aku memperhatikan jalan bu Retno agak terpincang dan ngegang jalannya. Sadis juga aku ewein bu Retno sampai seperti itu. Gila juga nafsuku yah pikirku lagi.
"Matikan PSnya sayang nonton tv aja...ini susu murni kamu minum buruan ke dapur.."kata bu Retno memanggilku sambil menyuruhku mematikan game PS dan menggantinya dengan tontonan TV.
"Iya sayang..Bntar aku kesana bu"kataku sambil mematikan PSku dan mengganti dengan siaran TV lalu berjalan ke dapur. Aku melihat bu Retno habis meminum telur ayam kampung dengan madu.
"Ibu habis minum telur ayam kampung dengan madu." kataku bertanya ke bu Retno.
"Iya sayang buat stamina ibu ama kesehatan. Ini telur ayam kampung ama madu buat kamu sudah ibu buat.."sini ibu suapin" kata bu Retno sambil menyuapkan aku dengan sendok telur ayam kampung dicampur madu.
"Ibu sakit banget perih memek ibu kamu eweinn tadi. Gila ikh kontolmu keras gede gitu. Sakit banget ibu pipis tadi apalgi pas mandi nyabunin bawah ibu. Puting nenen ibu perih kamu kenyot kuat. Ibu kesini makanya ga pake beha perih..."kata bu Retno sambil suapin aku
"Ibu mah...neneennku diliat orang gimana? kataku bernada agak kesal.
"Husstt enak aja kan ibu pake baju anget tebal itu tadi. Ga akan dilihat orang lah.."kata bu Retno menenangkan aku.
"Sudah habis kan..nanti minum susunya yah...ibu mau pulang"kata bu Retno bangkit dari duduknya sambil membawa gelas kotor bekas ayam kampung dan telur dan sendok ke wastafel lalu mencucinya. Aku hanya melihat bu Retno tertatih berjalan pelan karena memeknya yang sakit.
"Ibu ga boleh pulang. Bobo ama aku. Aku mau nenennennn buu.."kataku lagi ke bu Retno memohon.
"Iya tapi hanya nenenen isep nenenn pelan-pelan. Jangan ewein ibu dulu masih sakit memek ibu sayang..iya maukan??kata bu Retno memberi pilihan padaku.
"Suer nenenen tapi ga entottin ibu suerrr...tapi kaontolku keras...gimana bu??...kataku lagi sambil memeluk bu Retno.
"Liat aja nanti...tau ga sayang sakit memek ibu. perih tau gaa..kamu ga rasain...kontolmu gede gituuu...pokoknya ga ewein memek ibu...sakit sayang...perih...'kata bu Retno menatap wajahku. Aku langsung menuju ke ruang tengah sambil menonton tv. Dan diikuti bu Retno membawakan segelas susu murni dibelakang ku berjalan. Setelah setengah jam kami ngobrol dan menonton TV bu Retno masuk ke kamarku.
"Ibu ganti baju tidur dulu. Mau bobo ga sayang biasane jangan begadang. Jangn lupa minum susu..."kata bu Retno sambi berjalan ke kamarku dan membawa tas bawaannya.
"Iya sayang...bentar susunya aku minum aku juga ngantuk.."balasku.
Aku langsung meminum susu yang sudah disiapkan. Lalu berjalan ke belakang ruang belakang yang dipakai tempat pakean yang sudah selesai diseterika tumpukan pakean rumah yang milikku. Aku mengambil kaos butung longgar model bir bintang dan celana boxer miniku yang hitam yang baru. Baisa setelan tidur. Tanpa memakai cd ketat aku pakai boxerku. Lalu berjalan keruang tengah. Aku kaget melihat bu Retno lagi mencuci gelas bekas aku minum susu tadi. Dan aku liat daster tipis warna cream ketat tanpa beha dan cd. Terlihat jelas puting susunya dan memeknya yang tembem. Seketika kontol mengeras tegang tanpa kompromi. Secepat itu juga kontolku mengacung tegang keras dari balik boxer hitamku. Warna daster serupa warna kulit tubuh Bu Retno jadi sekilas seperti telanjang tanpa mengenakan daster.
"Gila bu seksi banget..jangan salahkan kontolku keras gini yah sayang....jadi hausss mau neennnn.."kataku langsung memeluk tubuh Retno dari belakang dan memegang nenennnya yang gede. Kontolku menubruk paha dan pantat bu Retno. Membuat bu Retno kaget dan mendesah lirih.
""Akhh...gila ikh kontolmu tegang gitu kerass banget...bentar sayangg ibu beresin dapur dulu..."katanya lagi. Bu retno setelah selesai lalu membalikkan badannya dan memeluk tubuhku.
"Ehhh ga nenenn dulu..kunci pagar depan cek pintu rumah...hayu sayang.."kata bu Retno lagi. Aku lansung menurutinya dan mencek rumah mengunci dengan gembok pintu pagar dan mengecek smua pintu rumah depan tengah. Sedangkan bu Retno mematikan tv dan duduk di sofa tengah melihatku sambil tertawa.
"Dah ngunci pagar ama pintunya sayang??? Hehehe liat tuh kontolmu keras gitu...hehehe...kayak ayunan yah pas kamu jalan...hehehe"kata bu Retno lagi sambil tertawa.
"Ini kontolku keras karena ibu yang buat.... koq malah ngetawain tega banget...awass aku ewein memek ibuu..... hehehe..."kataku membalas candaan bu Retno.
"Ingat janjinya apa...memek ibu masih linu karena kontolmu seharian tadi...ga ada.. " kata bu Retno agak tegas. Aku langsung berdiri pas dihadapannya di depan wajahnya setelah beres smua aku cek pintu dan sekeliling rumahku
"Baguss sayang dah buka celana kita bobo..akhh gila kontolmu keras gini..nafsu ibu jadi naik deh tapi sakit sayangg ikhh"kata bu Retno langsung membuka celana dan memegang kontol lalu berjalan di depanku menuntunku ke kamar sambil tangannya memegang meremas kontolku yang tegang.
Aku mengikutinya sambil tersenyum melihat jalannya bu Retno yang aduhai. Bu Retno langsung meloloskan dasternya dan lalu menyuruhku membuka kaosku dan mematikan lampu.
"Ga mau matiin akhh.."kataku lagi.
"Matikan lampu atau ga neneenn..koq bandel yah langsung bobo ga begadang...ga ewein ibu. dah dibilangin memek ibu sakittt.."kata bu Retno sambil kedua tangannya menutup puting nenennya. Aku menurutinya daripada ga bisa ngentotin puting nenenen bu Retno.
Bu Retno langsung duduk ditepi ranjang ku dan menarik kontolku.
"Aarggghh mana kontolmu nakal banget mama ibu...sakit tau memek ibu...sprruuppt.. srrpuuttt...'kata bu Retno lalu menyepong kontolku. Mengisep kepala kontolku dengan kuat menjilat batang kontolku dengan lidahnya. Aku merasa kenikmatan dan melihat seluruh kontolku telah basah oleh isepan bu Retno. Keluar masuk mulut bu Retno semakin cepat. Aku hanya bisa pasrah menerima dan merasakan sepongan nikmat Bu Retno. Semakin cepat dan liar isepan mulutnya dikontolku. Aku ga kuat lagi. 10 menit kemudian kontolku makin mengeras dan berdenyut. Kepala kontolku bereaksi didalam mulut bu Retno. Crtottt...crrottt..crrottttt..
Kontolku berdenyut berkali-kali menyemburkan peju kental dari kontolku.
"Aarrggghh bu kontolku...aku keluaarrr aakhh"kataku menjerit sambil memegang kepala bu Retno agar tidak melepas kontolku dari dalam mulutnya. Ternyata benar juga yah bu Retno terus mengisep kontolku dan menjilat batang kontolku dan melahap smua cairan peju kentalku. Kontolku ga terlalu mengeras lagi. Lalu bu Retno melepaskan mulutnya dari kontolku dan langsung berbaring diranjang dan menariku. Lalu menarik bantalku dan menidurkan lalu memegang puting nenennya diarahkan ke mulutku. Aku langsung mengenyotnya.
"Sayang udah isep susu ibu...bobo...kontolmu dah lemes...keluar banyak...jngan macem-macem lagi tegang ga jelas...ayo bobo ibu cape juga..muahhh"kata bu Retno sambil memegang putihg nenennya dan menyubit bibrku yang lagi mengenyot puting susunya sambil mencium keningku.
Tangan bu Retno memeluk erat kepala. Dan bu Retno pun mulai merebahkan kepalanya di bantalnya. Aku pun tertidur dengan mengenyot puting susu bu Retno. Agak setlahnya aku terbangun. Tangan bu Retno ternyata memegang kontolku yang mengeras lagi tegang. Ternyata bu Retno terbangun karena sundulan kontolku yang yang mengeras terasa di pangkat paha dan depan bibir memeknya. Aku yang merasa lemas hanya diem saja sambil merasakan kontolku yang mengeras lagi dipegang bu Retno dan pelan-pelan mengocoknya supaya aku ga terbangun mungkin. Ga berapa lama pelan-pelan karena terasa cape kontolku keras dan ga ada tanda mau mengeluarkan peju. Tangannya menuntun kepala konyolku yang sudah mengeras kedalam memeknya pelan-pelan.
"Aakhh suaranya pelan...akhh gilaa ikhh kontolmu sayang...akhh" suaranya pelan. Aku medeengarnya walau pelan karena nafas bu retno pun ga beraturan. Dadanya berdetak kencang. Aku dengar detaknya karena aku lagi mengeyot puting nenennya. Aku pun bergerak sedikit untuk membetulkan posisi tidurku dan mulutku yang lagi mengeyot puting susu Bu Retno. Ternyata itu membantu pergerakan kontolku makin masuk ke memek bu Retno semakin dalam dan cepat. Kini terasa mentok karena mengenai bibir rahimnya. Terasa remasan memeknya di batang kontolku. Mulut rahimnya seakan mengisep kuat kepala kontolku yang sudah mengeras. Tetapi karena aku mengantuk aku diamkan saja. Walau aku merasakan lumatan dinding va**na bu Retno meremas kontolku.
'Emmang nakal banget kamu syaang..kontolmu kuat banget...akhhh...kita bobo yah"kata bu Retno lirih mendesah merasakan kontolku di dalam memeknya. Mendiamkan kontolku didalam memeknya menjepit pantatku dengan kaki kanannya. Aku dan Bu Retno tertidur pulas.
"Bangun sayang dah paggiii...hayu ikhhh..pulas banget...bangunn udah mengenyotin nenennnya bangunnnnn..."kata Bu Retno membangunkan aku sambil mencoba menjauhkan puting susunya dari isepan mulutku. Akupun tersadar ternyata matahari dah terik. Pas aku sadar puting nenennya terlepas dari mulut aku menguatkan lagj pelukanku sehingga bu Retno tidak bisa bergerak dan puting susunya sudah dalam mulutku. Aku membuka mata dan tersenyum walau mulutku masih mengenyot puting nenennya.
"Nakal kamu sayang ibh keluar banyak berapa kali dehhh..ternyata tidur pulas masih bisa genjot memek ibu.."kata bu Retno senyum.
"Aku hanya kaget diem sambil mengenyot puting susunya sambil tersenyum saja. Aku memang merasa kontolku masih keras tegang dalam memeknya. Ternyata bu Retno orgasme berkali-kali toh..hehe dalam hatiku. Nafsuku pun mulai naik karena merasa kontolku terasa mengeras berdenyut dalam remasan dinding memeknya. Aku langsung mulai menggenjot memek bu Retno. Dia kaget dan hanya menjerit. Aku pun mempercepat lagi genjotan kontolku. Crroiittt...mcroottt..mcrott. akhirnya kontolku menyemburkan cairan kental peju yang banyak menyirami menek bu Retno. Didalam memeknya terasa basah banjir oleh cairan kental peju dan cairan memek bu Retno. Aku pun menjerit dan bu Retno menjerit. Kamipun ambruk untuk kesekian kalinya. Gila permainan s*x kami seharian begitu kuat lama dari kemarin sampai pagi ini. Bu Retno hanya tersenyum dan mengajakku bangun lalu mandi. Dikamar mandi pun kami melakukannya walaupun hingga 4 kali. Entah berpa kali pejuku keluar selama semalaman hingga pagi ini. Setelah selesai bu Retno pun ijin pulang melihat rumahnya membereskan rumah. Setelah kami sarapan bu retno pamit. Bu retno sudah cantik lagj memakai daster tebal dan memakai kerudung dan sudah memakai lipstik dan bedak. Aku baru selesai mandi kaget melihatnya. Sambil aku memakai pakeanku aku melihat bu Retno memakai lipstik tipis.. kontolku yang mulai tegang makin mengeras. Bu Retno tertawa.
"Ibu harus jauh deh akhh dari kamu tuh kontolnya keras...ga bisa liat ibu cantik sebentar ya...gila kontolmu nakal...
disintil akh habjs nakal banget..."kata bu Retno melihatku dengan kontolku yang tegang mengeras batangnya dan menarik kontolku dan menyentil batang kontolku.
"Sakit buuu jangan disentil gitu...
sakit.."kataku dihadapan bu Retno yang duduk dihadapanku. Kontolku pun pas di depan mulut dan wajahnya...srrpuuutt......sruuppott....
srruupptt..... Lalu bu Retno kembali menyepong kontolku dengan kuat. Menjilat batang kontolku mengeyot kepala kontolku yang gede kayak bentuk topi memerah. Karena keras dan tegangnya kontolku. Aku hanya menahan kenikmatan yang luar biasa dari isepan hangat mulut bu Retno dikontolku. Semakin kuat dan liar. Croot...crott...crottttt..Akhirnya pertahananku jebol juga ga sampai 15 menit kontolku menyemburkan lagi cairan kental peju dalam mulut bu Retno. Bu Retno tetap mengenyot mengisep kontolku. Terus menyepong sampai kontolku lemas dan cairan pejuku bersih ga tersisa di batang kepala kontolku. Smua diminumnya dijilatnya sampai bersih.
"bu senang banget minum pejuku....akhh" kataku sampai badanku lemes
"Biarin kata orang buat awet muda minum peju.. ga taulah tapi ibu dah terbiasa semenjak isep kontolmu sayang...habis gemes juga..ga kompromi waktu...ga kasihan memek ibu sakit..hehehe. kontolmu da lipstik ibu..mandi lagi sana...nakal kontolmu ama ibu...ibu langsung pulang mau liat rumah.. jangan nakal lagi kontolmu...muahh"kata bu Retno langsung bangkit dari duduknya lalu mencium kontolku lalu keningku.
"Iya bu...hati- hati sayang aku ijin mau beli rokok ama pulsa bntar ke depan sambil anter lamaran kerjaku ke kantor jne depan yah. Ga lama...muahh"kataku lagi sambil mencium kening bu Retno.
"Iya sayang hati-hati nanti sore ibu kesini bawa makan malammu yah"kata bu Retno lagi
"Iya bu,....aku jam 4 udah pulang koq. Kunci rumah aku taruh dekat rak sepatu depan aja kalau ibu mau kerumah siang" kataku lagi.
"Iya sayang..."kata bu Retno. Aku hanya mengantarkan sampai pagar rumah. Dan bu Retno berjalan menuju rumahnya. Rumah kami dekat hanya beda 4 rumah. Rumah bu Retno di ujung simpang jalan yang mau keluar perumahan. Aku hanya tersenyum tapi juga kasihan melihat bu Retno berjalan agak pincang ngegang karena genjotan kontolku di memeknya. Gila sampai kapan nafsu ini berakhir buat ngentotin bu Retno. Kontolku selalu keras dihadapan bu Retno dan selalu lemes karena isepan kuat mulut bu Retno atau lemas dalam hangat memek bu Retno. Gila sungguh gila...Sampai akhirnya aku diterima kerja hingga sekarang kami terus melakukannya. Akupun fix tinggal sendiri sekarang. Karena orangtuaku lebih memilih tinggal dikampung mengurus sawah kebun setelah pensiun. Setelah aku bekerja aku yang mengurus rumah dari membayar listrik air dan semua. Bu Retno pun membantu aku manajemen keuangan bulananku. Aku hanya libur tidak entotin bu Retno kalo anak-anaknya berlibur dan menginap lama dirumahnya. Walau sesekali bu Retno datang kerumahku..kadang hanya menyepong kontolku kadang bisa entotin Bu Retno tapi tidak bisa lama. Kami baru bisa menikmatinya ketika anak-anaknya sudah pulang lagi kerumahnya masing-masing. Akhh entah sampai kapan. Yang jelas aku pun menutup hati tidak mau dengan yang lain. Karena bu Retno yang mengurus aku selama ini. Nyiapin sarapan baju kerja, mandi hingga nenenin aku sepong kontolku kalau tegang walaupun keadaan bu Retno mens. Karena aku ga bisa entotin dia ke adaan datang bulan. Jadi kontolku selalu dilumat habis oleh hangat mulut Bu Retno. Yang ga absen nemenin aku kalo bobo malam dan kadang seharian klau hari minggu dan libur kerja. Kami menikmatinya berdua hingga aku seperti menganggapnya sudah seperti istriku. Bu Retno sampai kapan yah aku bosen entotin kamu bu. Entah. Tamat
Jakarta
Be the first to know and let us send you an email when Cerita Brondong Mencari Cinta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.